SEJARAH

FORT VREDEBURG
Sejarah (History)



Benteng Vredeburg terletak sekitar 400 meter utara Kraton Yogyakarta. Dibangun pada tahun 1760. Pada awalnya dinamakan Fort Rustenburg (Encyclopaedie van Nederlandsch-Indie, 1917, I: 624 dalam Abbas, 2001:51, Knaap, 2007:391). Benteng terbuat dari glugu, yaitu kayu pohon kelapa dan pada tahun 1765 dibangun kembali dengan bahan dari batu (Poensen dalam Abbas, 2001:51). Desain Benteng Rustenberg –nantinya disebut Vredeburg- di ibukota Kesultanan Yogyakarta hampir sama dengan stronghold Vastenburg di Surakarta. Biaya pembuatan benteng ditanggung oleh pihak kesultanan (the ruler). Benteng selesai dibangun tahun 1790 (Knaap, 2007:391, Abbas, 2001:52). Benteng berbentuk persegi dengan dimensi 210 meter x 210 meter dengan bastion pada setiap sudutnya. Setiap bastion memiliki 10 embrasures. Bastion tenggara dan bastion barat laut memiliki menara pengawas. Benteng memiliki tiga pintu masuk, yaitu di sisi timur, selatan dan barat, dengan pintu masuk utama terletak di sisi timur. Benteng dikelilingi oleh parit dan dilengkapi dengan dua jembatan tarik, masing-masing pada sisi barat dan timur. Benteng terbuat dari bata plester dengan pintu gerbang utama terletak pada sisi barat. Di dalam benteng terdapat beberapa barak infanteri dan artileri, hunian pegawai, gudang mesiu serta rumah sakit. Benteng Vredeburg telah menjadi Museum Benteng Vredeburg (Abbas, 2001:52). Benteng-benteng di kota Surakarta, Yogyakarta dan Klaten di bangun oleh VOC pada abad ke-18. Benteng di Yogyakarta bernama Vredeburg yang artinya Benteng Perdamaian (Houben, 2002). Benteng Vredeburg terletak di antara Monumen Serangan Umum 1 Maret dan Gedung Agung. Gedung Agung dahulu disebut Gedung Gubernuran karena merupakan tempat tinggal Gubernur Hindia Belanda. Benteng ini berfungsi sebagai benteng pertahanan untuk menjaga keamanan pemerintahan Hindia Belanda. Sebuah meriam diarahkan ke Kraton Yogyakarta untuk mengantisipasi serangan yang datang dari Keraton. [

QUICK SEARCH




Detail Benteng

Images & Map

PUSAT DOKUMENTASI ARSITEKTUR COPYRIGHT 2018