Benteng Vernakular : ANTARA SIMBOLIS & FUNGSIONAL
01.12.09
Sejak masa pra-sejarah, masyarakat di Indonesia telah membangun benteng-benteng yang mengelilingi sebuah permukiman guna melindungi anggota kelompoknya yang berdiam di dalamnya.
Sejak masa pra-sejarah, masyarakat di Indonesia telah membangun benteng-benteng yang mengelilingi sebuah permukiman guna melindungi anggota kelompoknya yang berdiam di dalamnya. Benteng-benteng dari tumpukan batu bersusun dan gundukan tanah banyak ditemui di beberapa wilayah di Sumatra. Beberapa Kerajaan Melayu yang berdiri pada abad ke-16 di Sumatra membangun benteng-benteng dari gundukan tanah untuk melindungi wilayah mereka. 
Sementara itu dengan masuknya pengaruh Hindu dan Budha dari India, di wilayah Nusantara mulai muncul kerajaan-kerajaan Hindu dan kemudian kerajaan Budha. Kerajaan-kerajaan Hindu dan Budha tersebut menguasai berbagai wilayah di Nusantara. Kerajaan Kutai di Kalimantan Timur tercatat sebagai kerajaan Hindu pertama di Nusantara. Di Sumatra terdapat kerajaan Indrapuri di Aceh dan kerajaan Sriwijaya di Palembang. Sementara di Jawa terdapat kerajaan Mataram, kerajaan Majapahit, Kerajaan Tarumanagara. Kerajaan-kerajaan Nusantara tersebut selalu berusaha untuk memperluas pengaruh kekuasaannya dari waktu ke waktu. Hal itu mendorong mereka untuk mengembangkan sebuah sistem pertahanan yang handal untuk mempertahankan wilayah kekuasaannya sambil berupaya untuk menyerang wilayah-wilayah yang belum ditaklukkan.
Beberapa kerajaan telah membangun benteng-benteng sebagai sistem pertahanan mereka. Kerajaan Indrapuri di Aceh, membangun tiga buah benteng sebagai sistem pertahanannya. Ketiga benteng tersebut adalah benteng Indrapuri, benteng Indrapatra dan benteng Indrapurwa yang dibangun di lokasi-lokasi yang strategis.
Masuknya agama Islam di nusantara membawa pengaruh besar bagi perkembangan kota-kota di Indonesia, terutama kota-kota di pesisir pantai Pulau Jawa. Pada perkembangannya kemudian kota-kota di Jawa dipengaruhi oleh karakteristik kota Islam.

Di wilayah Asia Tenggara, khususnya Indonesia, kota-kota kuno berdiri di pinggir sungai dan pinggir pantai dengan sistem pertahanan tertentu. Benteng mula-mula didirikan mengelilingi istana saja, bahkan ada istana yang tidak berbenteng sama sekali. Pada kota-kota yang memiliki benteng istana, kegiatan ekonomi berlangsung di luar benteng tersebut. Kemudian mulai ada penguasa – terutama di Jawa – yang memerintahkan membangun benteng kota, yang mungkin mencontoh kebiasaan orang Eropa dan sebagai jawaban atas ancaman mliter Belanda. Meskipun demikian, ternyata di banyak tempat, yang disebut benteng kota tidak mengelilingi kota sepenuhnya. Pada umumnya benteng-benteng kota dan kraton di jawa pada masa itu terdiri dari elemen cepuri, baluwarti dan jagang.
21.11.10
General Overview of Forts in Java and Sumatra
History of Forts in Java and Sumatra
21.11.10
Forts in Bali and Lombok
The VOC didn't trade with Bali and Lombok and had no
21.11.10
Forts in Kalimantan
The VOC trade with Borneo was less important than with other